Friday, December 24, 2010

Registrasi Beacon di Badan SAR Nasional (BASARNAS)

Dalam rangka meningkatkan response time Badan SAR Nasional dalam penanganan musibah penerbangan, pelayaran dan musibah lainnya, Badan SAR Nasional mengoperasikan peralatan LUT – MCC (Local User Terminal – Mission Control Center) sebagai sarana deteksi dini. LUT merupakan ground segment dari Cospas-Sarsat yang berfungsi untuk menerima sinyal distres yang dipancarkan oleh Beacon.


Ilustrasi Beacon

Ada 3 (tiga) jenis Beacon :

1. EPIRB : Emergency Positioning Indicating Radio Beacon untuk kapal

2. ELT : Emergency Locator Transmitter untuk pesawat

3. PLB : Personal Locator Beacon untuk perorangan

Sinyal distres yang diterima kemudian diproses dengan prinsip efek doppler untuk penentuan posisi distres.Berdasarkan data posisi distres, Tim Rescue Basarnas segera mengecek ke lokasi tersebut dan apabila benar terjadi musibah akan segera dilaksanakan tindakan penyelamatan.

Berdasarkan keterangan di atas diharapkan operator pelayaran dan penerbangan untuk meregistrasikan Beacon yang dimilikinya ke Badan SAR Nasional sehingga apabila terjadi musibah penerbangan maupun pelayaran bisa langsung terdeteksi oleh Basarnas dan sesegera mungkin dilaksanakan tindakan penyelamatan.

Untuk Melihat form beacon yang sudah mendaftarkan di Badan SAR Nasional Klik disini 

Untuk Melihat tata cara pengisian dan form beacon Klik disini 

Sumber : Web Site Basarnas 

Sunday, December 5, 2010

Clasless Inter-Domain Routing (CIDR)

Clasless Inter-Domain Routing (CIDR)

Istilah lain  yang anda perlu pahami dengan baik adalah Classless Inter-Domain Routing (CIDR). CIDR pada dasarnya adalah metode yang digunakan ISP (Internet Service Providers) untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada suatu perusahaan, kerumah/kantor  pelanggan. ISP meyediakan alamat dalam ukuran blok (block size) tertentu -.

Ketika anda menerima sebuahblok alamat dari sebuah ISP, apa yang anda terima terlihat seperti : 192.168.10.32/28. Apa yang dimaksud dari angka-angka ini adalah menjelaskan subnet mask anda. Notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa jumlah bit yang bernilai 1 (pada contoh diatas adalah /28, berarti ada 28 bit bernilai 1).
Kita tahu bahwa nilai maksimum setelah garis miring adalah /32 karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat IP: (4 x 8 = 32). Namun perlu anda camkan dalam ingatan bahwa subnet mask terbesar yang tersedia (tanpa melihat class alamatnya) adalah hanya /30, karena Anda harus menyimpan paling tidak dua buah bit sebagai bit dari Host.

Ambil contoh subnet mask sebuah Class A, yaitu 255.0.0.0. ini berarti bahwa byte pertama dari subnet mask itu adalah semuanya 1 atau 11111111. Jika anda melihat pada notasi miring, Anda perlu menghitung semua bit 1 untuk memperoleh mask-nya. Mask 255.0.0.0 sama dengan /8 karena ia mempunyai 8 bit yang bernilai 1—atau 8 bit yang on.
Default mask sebuah class B adalah 255.255.0.0, yang sama dengan /16 karena 16 bit-nya adalah 1, yaitu: 11111111.11111111.00000000.00000000.
Tabel berikut berisi daftar dari semua subnet mask yang tersedia dan notasi garis miring CIDR yang ekivalen dengan subnet mask tersebut.
Tabel CIDR